Filariasis :: Penyakit Kaki Gajah

Pengertian Filariasis Atau Kaki Gajah

Filariasis atau juga biasa disebut dengan kaki gajah merupakan penyakit tropis yang disebabkan oleh cacing parasit Filaria yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Akibatnya, Kulit akan menjadi tebal dan mengeras, menyerupai kulit gajah.

Meskipun secara medis dikenal sebagai filariasis limfatik, namun istilah elephantiasis atau penyakit kaki gajah umumnya digunakan karena gejala utamanya adalah pembengkakan dan pembesaran lengan dan kaki seperti Gajah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa ada sekitar 120 juta kasus Filariasis terjadi di seluruh dunia.

Selain manusia, penyakit ini juga bisa menyerang binatang. Parasit filaria ini ada banyak jenisnya hingga ratusan, akan tetapi hanya 8 spesies yang dapat menginfeksi manusia.

Gejala Filariasis Atau Kaki Gajah

Kebanyakan kasus yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, meskipun dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem getah bening dan ginjal.

Adapun gejala pembengkakan yang paling sering terjadi yaitu pada:

  • Kaki
  • Lengan
  • Payudara
  • Alat kelamin

Penderita kaki gajah ini akan mengalami gangguan fungsi kekebalan tubuh karena terjadinya kerusakan pada sistem getah bening. Mereka cenderung terserang lebih banyak infeksi bakteri pada kulit, sehingga kulit menjadi kering, dan tebal.

  • Gejala lain selama infeksi berulang termasuk demam dan kedinginan.

Penyebab Filariasis

Ada Tiga jenis cacing parasit yang menyebabkan Filariasis atau penyakit kaki gajah, yaitu:

  • Wuchereria bancrofti
  • Brugia malayi
  • Brugia timori

Parasit Wuchereria bancrofti adalah penyebab tertinggi, hingga 90 persen dari semua kasus kaki gajah. Sedangkan parasit Brugia malayi tertinggi kedua yang menyebabkan Filariasis.

Penyebaran Filariasis

Nyamuk merupakan aktor utama dalam penyebaran parasit yang menyebabkan penyakit kaki gajah. Parasit filarial masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi. Parasit tersebut selanjutnya akan berkembang biak dan tumbuh menjadi cacing, selanjutnya ia bertahan hidup selama 6 sampai 8 Tahun, dan akan terus tumbuh dalam jaringan limfa manusia.

Faktor Risiko Filariasis

Filariasis dapat menyerang siapa saja, namun Risiko paling besar untuk terserang penyakit ini adalah:

  • Hidup dalam jangka panjang di daerah tropis dan subtropis
  • Rentan digigit oleh nyamuk
  • Hidup dalam lingkungan yang tidak higienis
  • Berdomisili di Negara yang berisiko seperti : Afrika, India, Amerika Selatan, Asia Tenggara

Mendiagnosis Filariasis

Dalam penegakkan diagnosis Filariasis, dokter akan melakukan beberapa upaya sebagai berikut:

  • Mencari informasi riwayat medis pasien
  • Menanyakan tentang gejala
  • Melakukan pemeriksaan fisik

Tes darah akan diperlukan untuk mengkonfirmasi adanya infeksi parasit. Di sebagian besar dunia parasit ini paling aktif di malam hari, sehingga sampel darah sebaiknya diambil di malam hari.

Sinar-X dan ultrasonografi atau USG juga dapat dilakukan untuk mengesampingkan kemungkinan penyakit lain yang dapat menyebabkan gejala yang sama seperti pembengkakan.

Penanganan Filariasis

Dokter biasanya akan meresepkan beberapa obat-obatan anti filaria untuk penanganan filariasis. Contoh obatnya nya seperti :

  • Diethylcarbamazine (DEC)
  • Ivermectin (Mectizan)
  • Albendazole (Albenza)
  • Doksisiklin

Gejala lainnya dapat ditangani dengan obat-obatan yaitu:

  • Antihistamin
  • Analgesik
  • Antibiotik

Komplikasi Filariasis

Tanpa adanya pengobatan medis, parasit dapat hidup selama bertahun-tahun dalam sistem limfatik, sehingga menyebabkan kerusakan.

 Filariasis telah dikaitkan dengan beberapa komplikasi fisik dan emosional, termasuk:

  • Cacat:  Filariasis adalah penyebab utama kecacatan permanen di seluruh dunia.
  • Infeksi sekunder: Infeksi jamur dan bakteri rentan terjadi pada mereka yang menderita Filariasis karena telah mengalami kerusakan pada sistem getah bening.
  • Distress emosional: Kondisi ini dapat menyebabkan kecemasan dan depresi karena khawatir tentang penampilan mereka.

Pencegahan Filariasis

Cara terbaik untuk mencegah Filariasis adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Setiap Orang yang mengunjungi atau tinggal di negara yang berisiko mendapat gigitan nyamuk harus melakukan upaya sebagai berikut:

  • Tidur menggunakan kelambu
  • Mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang
  • Gunakan obat anti nyamuk
  • Rutin membersihkan lingkungan
  • Oleskan lotion anti nyamuk
  • Membersihkan genangan air

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*