Gastroenteritis :: Pengertian, Penyebab, Dan Pencegahan

Gastroenteritis adalah peradangan atau infeksi pada lapisan usus dan lambung yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Kondisi Ini dapat mempengaruhi semua orang dari segala usia, tetapi kondisi ini sangat umum terjadi pada anak-anak.

Sebagian besar kasus pada anak-anak disebabkan oleh virus yang disebut dengan rotavirus. Kasus pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh norovirus. Gastroenteritis dapat menyebabkan gejala seperti mual, diare, muntah, nyeri perut, serta disertai demam pada penderitanya.

Gejala Gastroenteritis

Gastroenteritis menyerang organ usus dan lambung sehingga menyebabkan tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Diare berair
  • Diare berdarah yang menandakan infeksi semakin parah
  • Kram perut
  • Mual dan muntah
  • Terkadang nyeri otot atau sakit kepala
  • Demam ringan
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan menurun
  • Keringat dingin

Gejala biasanya berlangsung hanya satu hingga dua hari, tetapi kadang-kadang gejala tersebut dapat bertahan selama 10 hari.

Penyebab Gastroenteritis

Beberapa jenis virus dapat menyebabkan gastroenteritis, termasuk:

Norovirus

Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat terserang norovirus. Adapun penyebaran jenis virus ini umumnya terjadi di berbagai tempat dan komunitas. Penyebaran virus ini umumnya dari makanan atau minuman yang telah terkontaminasi, meskipun penularan antar orang juga dimungkinkan.

Rotavirus

Di seluruh dunia, Virus ini adalah penyebab paling umum terjadi pada anak-anak untuk kasus Gastroenteritis karena mereka biasanya suka memasukkan benda atau jari-jarinya yang telah terkontaminasi ke mulut.

Infeksi ini paling parah terjadi pada bayi, sedangkan pada usia dewasa yang terinfeksi rotavirus mungkin tidak menderita gejala, tetapi masih dapat menularkannya tanpa sadar pada anak-anak.

Faktor Risiko Gastroenteritis

Orang yang paling rentan menderita gastroenteritis meliputi:

  • Anak-Anak. Setiap anak yang ada di playgroup, taman kanak-kanak, atau sekolah dasar sangat berisiko menderita gastroenteritis karena sistem kekebalan mereka belum optimal.
  • Usia Lanjut. Sistem kekebalan tubuh pada orang dengan usia lanjut cenderung semakin melemah, khususnya Orang tua yang dititipkan di panti jompo, sangat rentan karena disamping sistem kekebalan tubuh mereka yang melemah, mereka juga hidup dengan banyak orang yang memungkinakan terjadinya penyebaran virus.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh bermasalah. Jika sistem kekebalan tubuh Anda tertekan karena diserang oleh HIV / AIDS, kemoterapi atau kondisi medis lainnya, maka hal itu sangat berisiko untuk terserang Gastroenteritis.

Kapan Harus Ke Dokter

Untuk kasus dewasa hubungi dokter jika:

  • Diare berair terus menerus selama 24 jam
  • Muntah lebih dari dua hari
  • Muntah darah
  • Mengalami dehidrasi: Tanda-tanda dehidrasi meliputi rasa haus yang berlebihan, mulut kering, urin kuning pekat dan sedikit atau tidak ada urin sama sekali, dan kelemahan parah, pusing.
  • Diare berdarah
  • Demam panas di atas 104 F (40 derajat celcius)

Mendiagnosis Gastroenteritis

Dokter biasanya menegakkan diagnosis gastroenteritis berdasarkan gejalanya dan pemeriksaan fisik. Tes tinja lebih efektif mendeteksi rotavirus atau norovirus. Penyakit gastroenteritis juga dapat disebabkan oleh bakteri dan parasit.

Pengobatan Gastroenteritis

Antibiotik tidak efektif melawan virus, dan menggunakannya secara berlebihan dapat berkontribusi pada pengembangan jenis bakteri yang kebal terhadap antibiotik.

Meringankan gejalanya merupakan cara pengobatan paling efektif untuk penyakit-penyakit jenis virus ini.

Oralit sangat direkomendasikan untuk mengatasi rehidrasi. Orarit mengandung elektrolit dan mineral yang berguna oleh tubuh. Pada kasus anak-anak, gastroenteritis harus segera ditangani karena berdampak pada kematian.

Komplikasi Gastroenteritis

Komplikasi utama dari gastroenteritis adalah dehidrasi, atau kehilangan air dan garam serta mineral penting. Untuk itu sangat penting mengonsumsi banyak minum untuk mengganti cairan yang hilang akibat muntah dan diare yang merupakan gejala utama dari penyakit ini.

Pada bayi, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan lemah dapat mengalami dehidrasi parah ketika mereka kehilangan lebih banyak cairan. Rawat inap sangat diperlukan agar cairan yang hilang dapat diganti dengan infus. Dehidrasi bisa berakibat fatal.

Pencegahan Gastroenteritis

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan penularan Gastroenteritis sebagai berikut:

  • Vaksinasi pada anak. Vaksin ampuh mencegah gastroenteritis yang disebabkan oleh rotavirus.  Ada 2 jenis vaksin rotavirus di Indonesia, yaitu rotarix dan rotateq.
  • Cuci tangan. Pastikan selalu mencuci tangan dengan sabun hingga bersih, terutama setelah buang air besar.
  • Gunakan barang-barang pribadi. Hindari berbagi peralatan makan dan minum seperti gelas, piring, dan sendok.
  • Menjaga jarak. Hindari kontak langsung dengan siapa pun yang telah terinfeksi virus.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*