Herpes Zoster :: Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya

Pengertian Herpes Zoster

Herpes zoster adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh  infeksi virus varicella zoster, yang juga menjadi penyebab cacar air, ditandai dengan munculnya bintil-bintil pada bagian tubuh, dan disertai rasa nyeri.

Penyakit yang juga biasa disebut dengan cacar api (cacar ular) ini  tidak mungkin terjadi atau terinfeksi jika seseorang belum pernah menderita cacar air.

Herpes zoster tidak menyebar melalui batuk atau bersin, tetapi menular melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhnya.

Gejala Herpes Zoster

  • Nyeri adalah gejala herpes zoster yang paling umum. Nyerinya bisa berlangsung lama dan terus-menerus, sensasi terbakar, atau sakit yang tajam seperti menusuk yang datang dan pergi.
  • Terdapat bintil yang berkembang dan menjadi lepuh berisi cairan gatal.
  • Kesemutan
  • Mati rasa
  • Gatal-gatal
  • Dalam kasus yang jarang terjadi (pada seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah) ruamnya akan menyebar lebih luas.

Gejala lain termasuk:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Rasa tidak enak
  • Mual
  • Nyeri dan kelemahan otot
  • Panas dingin
  • Sakit perut
  • Kesulitan buang air kecil
  • Kelelahan
  • Nyeri sendi
  • Kelenjar bengkak (kelenjar getah bening)

Jika bintil memengaruhi area wajah, gejalanya meliputi:

  • Kesulitan menggerakkan beberapa otot wajah
  • Kelopak mata menjuntai
  • Gangguan pendengaran
  • Terjadi masalah dengan perasa
  • Gangguan penglihatan

Penyebab Herpes Zoster

Herpes zoster disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster, yang juga menjadi penyebab cacar air. Setelah sembuh dari cacar air, virus tetap bertahan di dalam tubuh, yaitu di sistem saraf pusat (SSP), namun tidak aktif .

Semua virus herpes dapat bersembunyi di sistem saraf, di mana mereka mampu bertahan hingga bertahun-tahun lamanya, atau hampir tanpa batas. Pada kondisi tertentu, misalnya saat sistem kekebalan tubuh sangat melemah,  virus herpes zoster akan aktif kembali, sehingga menyebabkan infeksi yang baru yaitu herpes zoster.

Kemungkinan pemicu virus untuk aktif kembali termasuk:

  • Usia lanjut
  • Menderita beberapa penyakit, termasuk kanker tertentu dan HIV atau AIDS.
  • Perawatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi, karena ini akan menurunkan daya tahan tubuh seseorang terhadap penyakit
  • Stres atau trauma
  • Mengonumsi obat-obatan, dan terutama obat imunosupresif, digunakan oleh pasien setelah transplantasi organ
  • Menderita cacar air saat masih bayi atau yang ibunya menderita cacar air pada akhir kehamilan

Diagnosis Dan Pengobatan Herpes Zoster

Untuk menegakkan diagnosa dari Herpez zoster, Dokter hanya cukup dengan mengidentifikasi gejalanya.

Setelah mendiagnosis, Dokter kemungkinan akan meresepkan jenis obat antivirus seperti: acyclovir, famiciclovir, dan valacyclovir.

Selain jenis obat antivirus, dokter juga bisa memberikan obat untuk mengatasi nyeri seperti  paracetamol, tramadol, ibuprofen, atau oxycodone.

Untuk memaksimalkan terapi pengobatan, ada beberapa tips yang dapat dilakukan bagi penderita untuk membantu meredakan gejalanya, yaitu:

  • Kenakan pakaian longgar untuk lebih nyaman, berbahan lembut, untuk mencegah iritasi karena gesekan pada kulit.
  • Menutupi bintil supaya tetap kering dan bersih.
  • Untuk meredakan nyeri dan gatal, mandilah menggunakan air dingin atau mengompres dingin pada bintil tersebut.
  • Hindari krim antibiotik gosok, karena dapat memperlambat proses penyembuhan.
  • Produk-produk seperti lotion Calamine dapat menenangkan dan menghilangkan rasa gatal. Antihistamin kadang-kadang dapat membantu mencegah gatal di malam hari.

Kompliksi Herpes Zoster

Kebanyakan kasus, herpes zoster tidak mengalami komplikasi, tetapi tetap ada potensi untuk efek jangka panjang:

  • Postherpetic neuralgia (PHN), mempengaruhi 10 hingga 20 persen kasus dengan herpes zoster
  • Neuropati motorik perifer terjadi pada 5 hingga 10 persen kasus
  • Infeksi kulit
  • Ensefalitis, atau radang otak
  • Mielitis transversal, atau radang sumsum tulang belakang
  • Bercak putih
  • Masalah mata
  • Kelemahan.

Pencegahan Dengan Vaksinasi

Vaksin dapat mencegah herpes zoster. Vaksinasi direkomendasikan untuk orang yang berusia 50 tahun ke atas. Selain itu, bagi orang yang pernah mengidap herpes zoster juga perlu diberikan vaksin untuk mencegah kambuhnya penyakit ini.

Meskipun tidak bisa mencegah herpes zoster sepenuhnya, namun vaksin setidaknya dapat mengurangi tingkat keparahan dari gejalanya dan mampu mempercepat proses penyembuhannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*