Hipertensi Esensial Atau Hipertensi Primer

Pengertian Hipertensi Esensial

Hipertensi esensial adalah tekanan darah tinggi yang tidak diketahui penyebabbya. Kondisi ini juga disebut sebagai hipertensi primer.

Tekanan darah tinggi adalah darah yang mengalir sangat kuat ke dinding-dinding arteri saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

Hipertensi terjadi ketika aliran darah mengalir lebih kuat dari yang seharusnya.

Sebagian besar kasus tekanan darah tinggi diklasifikasikan sebagai hipertensi esensial. Jenis lain dari hipertensi adalah hipertensi sekunder. Hipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi yang diketahui penyebabnya.

Stadium Hipertensi Esensial

  • Tekanan darah yang normalĀ  adalah tekanan sistolik harus kurang dari 120 mmHg, sedangkan tekanan diastoliknya kurang dari 80 mmHg
  • Tekanan darah pra Hipertensi adalah tekanan sistolik 120 hingga 129 mmHg, sedangkan tekanan diastoliknya kurang dari 80 mmHg
  • Hipertensi stadium 1 adalah tekanan sistolik antra 130 hingga 139 mmHg, sedangkan tekanan diastoliknya antara 80 hingga 89 mmHg
  • Stadium 2 hipertensi adalah tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg, sedangkan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg

Gejala Hipertensi Esensial

Kebanyakan kasus hipertensi esensial tidak menimbulkan gejala apapun. Seseorang akan mengetahui bahwa dirinya menderita Hipertensi pada saat melakukan pemeriksaan medis rutin.

Hipertensi esensial dapat terjadi pada usia berapa pun. Namun, Paling sering terjadi pertama kali pada usia pertengahan.

Faktor Risiko Hipertensi Esensial

Faktor genetik dianggap berperan terhadap hipertensi esensial. Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko terserang hipertensi esensial:

  • Diet
  • Stres
  • Kurang melakukan Aktivitas Fisik, seperti olahraga
  • Kelebihan berat badan atau obesitas

Mendiagnosis Hipertensi Esensial

Untuk mendiagnosis hipertensi esensial, Dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah pasien menggunakan tensimeter.

Dokter juga biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa tanda-tanda penyakit jantung. Pemeriksaan ini mungkin termasuk mendengarkan detak jantung, paru-paru, dan aliran darah di leher. Pembuluh darah kecil di bagian belakang mata bisa menunjukkan kerusakan akibat tekanan darah tinggi. Kerusakan di lokasi ini akan menunjukkan kerusakan serupa di area lain.

Dokter juga dapat memesan tes berikut untuk mendeteksi masalah jantung dan ginjal:

  • Tes kolesterol. Tes ini akan menguji kadar kolesterol pasien.
  • Ekokardiogram. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG). Tes ini mencatat aktivitas listrik jantung.
  • Tes fungsi organ lainnya, termasuk tes darah, tes urin, atau ultrasound untuk memeriksa bagaimana ginjal dan organ-organ lainnya berfungsi.

Penanganan Hipertensi Esensial

Perubahan Gaya Hidup

Dokter akan merekomendasikan perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah. Perubahan gaya hidup yang biasanya disarankan oleh dokter meliputi:

  • Berolah raga minimal 30 menit sehari.
  • Menurunkan berat badan jika mengalami obesitas (kelebihan berat badan)
  • Berhenti merokok
  • Hindari stress
  • Hindari atau berhenti mengonsumsi minuman beralkohol
  • Asupan diet rendah sodium dan mengonsumsi makanan kaya akan kalium dan serat.
  • Jika Anda menderita penyakit ginjal, jangan menambah asupan potasium tanpa izin dari dokter.

Obat-obatan

Jika perubahan gaya hidup tidak menurunkan kadar tekanan darah, Dokter kemungkinan akan meresepkan obat antihipertensi. Obat tekanan darah yang paling umum meliputi:

  • Beta-blocker, seperti metoprolol (Lopressor)
  • Amlodipine (Norvasc)
  • Diuretik, seperti hydrochlorothiazide / HCTZ (Microzide)
  • Inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE), seperti captopril (Capoten)
  • Angiotensin II receptor blockers (ARBs), seperti losartan (Cozaar)
  • Inhibitor renin, seperti aliskiren (Tekturna)

Komplikasi Hipertensi Esensial

Semakin meningkatnya tekanan darah, maka akan semakin sulit jantung bekerja. Tekanan darah yang lebih kuat dapat merusak organ, pembuluh darah, otot jantung, dan pada akhirnya dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan beberapa komplikasi berkut:

  • Gagal jantung
  • Serangan jantung
  • Atherosclerosis
  • Stroke
  • Kerusakan mata
  • Kerusakan ginjal
  • Kerusakan saraf

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*