Mengenal Kotoran Bayi Normal Atau Bermasalah

Sesuatu yang sangat lazim untuk memantau berbagai perubahan pada kotoran bayi Anda ketika ia bertumbuh, mengonsumsi ASI atau susu formula, serta saat mulai memberinya makanan padat. Tetapi, ada beberapa kasus di mana warna dan konsistensi pada kotoran Bayi dapat mengindikasikan adanya infeksi.

Kotoran Bayi Yang Normal Atau Sehat

Kotoran bayi yang dianggap normal dan sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Kotoran bayi bervariasi dengan tekstur yang lunak tidak berbentuk sampai berbentuk.
  2. Kotoran bayi berwarna kuning, krem, cokelat, hingga hijau kekuning-kuningan.
  3. Jika kotoran bayi tidak padat atau sangat lunak hampir mendekati diare, masih bisa dikatakan normal jika kondisi bayi masih sehat dan lincah.
  4. Adanya sedikit butiran, terkadang disertai lendir dianggap normal jika saja kondisi ini tidak berlanjut.
  5. Kotoran tidak berbau busuk. Biasanya kontoran bayi normalnya berbau seperti asam-asam manis.  

Jenis-Jenis Kotoran Bayi

Bayi yang mengonsumsi ASI, frekuensi buang air besarnya rata-rata 4-5 kali dalam sehari pada Dua minggu pertama setelah melahirkan. Kemudian minggu ke Tiga dan Ke Empat frekuensi BAB bayi berkurang menjadi 2-3 kali sehari. Pada bayi yang memasuki usia Satu Bulan ke atas, frekuensinya menjadi stabil, yaitu antara 1-2 kali sehari.

Kotoran Bayi Baru Lahir

Kotoran bayi lahir akan terlihat sangat berbeda selama beberapa hari pertama setelah persalinan. Bayi yang baru lahir kotorannya akan berwarna kehitaman dan lengket seperti oli motor. Ini disebut dengan meconium yang terdiri dari cairan ketuban, lendir, sel-sel kulit dan hal-hal lain yang tertelan ke dalam rahim. Jika Bayi telah berumur Dua hingga empat hari, Anda harus memperhatikan perubahan tinja bayi yang cenderung berwarna hijau dan tidak terlalu lengket dibandingkan sebelumnya.

Kotoran Bayi Dengan ASI

Kotoran bayi yang disusui dengan ASI dianggap normal bila warnanya kuning, hijau kekuning-kuningan, atau kecokelatan. Terkadang mungkin agak berair menyerupai diare. Kotoran bayi dengan ASI yang sehat tidak berbau seperti BAB biasa.

Kotoran Bayi Dengan Susu Formula

Bayi yang diberi susu formula mengeluarkan BAB yang lebih sedikit, tetapi teksturnya lebih padat dan lebih berbau daripada bayi yang mengonsumsi ASI.

Kotoran Bayi Berwarna Hijau

Kotoran bayi yang berwarna hijau dapat terjadi pada usia 4 hingga 6 bulan saat Anda memberikan makanan padat dan hijau, seperti sayur bayam dan kacang-kacangan. Bayi yang diberi suplemen zat besi juga bisa menyebabkan kotoran bayi berwarna hijau.

Kotoran Bayi Berwarna Krem, Kuning Dan Cokelat

Kotoran bayi berwarna krem, kuning atau cokelat benar-benar normal pada bayi yang disusui dengan ASI maupun susu formula.

Darah Hitam Pada Kotoran Bayi

Seringkali, jika kotoran bayi Anda terdapat sedikit bercak darah hitam di dalamnya, itu berarti bayi telah mencerna darah saat menyusui pada puting Ibu yang pecah dan berdarah. Meskipun ini tidak menimbulkan ancaman bagi bayi Anda, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan darahnya bukan merupakan gejala dari sesuatu yang lebih serius.

Kotoran Bayi Bermasalah

Segera Hubungi dokter anak jika Anda melihat salah satu dari tanda-tanda peringatan berikut ini:

Kotoran Bayi Berair Dan Berlendir

Kotoran bayi yang diare biasanya berair berwarna hijau, kuning atau coklat dan berlendir. Kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi atau alergi. Jika terlalu lama tidak diobati, bisa menyebabkan dehidrasi.

Kotoran Bayi Keras Seperti Batu Kerikil

Bayi kemungkinan mengalami konstipasi jika kotorannya keras dan tampak seperti batu kerikil. Bayi bisa mengalami konstipasi saat ia mulai diperkenalkan makanan padat. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda sensitivitas terhadap susu sapi atau susu kedelai, serta kurangnya toleransi terhadap sesuatu dalam ASI atau susu formula.

Adanya Darah Merah Di Kotoran Bayi

Walaupun kotoran bayi Anda bisa memerah karena sesuatu yang ia makan atau minum, seperti tomat atau buah lainnya. Kotoran bayi yang memerah juga bisa menjadi pertanda adanya darah di tinja. Darah merah yang ditemukan di kotoran itu dianggap normal bisa karena merupakan suatu indikasi adanya alergi protein susu. Namun, jika darah merah terdapat di kotoran bayi yang diare bisa berarti bayi tersebut menderita infeksi bakteri.

Kotoran Bayi Berwarna Putih

Kotoran bayi berwarna putih kapur bisa menjadi tanda peringatan bahwa bayi Anda tidak mencerna makanan dengan benar. Warna putih mungkin mengindikasikan kurangnya empedu di hati untuk mencerna makanan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*