Mengenal Penyakit Cacar Air :: Varisela Atau Chickenpox

Pengertian Cacar Air

Cacar air (varisela), juga dikenal sebagai Chickenpox adalah infeksi virus yang sangat menular, menyebabkan ruam gatal dengan lepuh kecil berisi cairan, dan disebabkan oleh virus varicella zoster.

Meski tidak nyaman, kebanyakan penderita akan pulih dalam 1-2 minggu.

Ada ruam seperti lepuh yang pertama kali muncul di wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Meski tidak mengancam jiwa, namun komplikasi bisa terjadi.

Pada umumnya, cacar air merupakan penyakit ringan. Namun, Tetap saja akan lebih baik untuk mendapat vaksinasi. Adapun vaksin cacar air merupakan cara yang ampuh dan aman untuk mencegah terserang cacar air dan kemungkinan komplikasinya.

Penyebab Cacar Air

Cacar air disebabkan oleh virus yang disebut dengan varicella zoster. Seseorang akan terinfeksi setelah kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Cacar air adalah salah satu penyakit paling menular. Orang yang belum pernah menderita cacar air dan belum pernah divaksinasi memiliki risiko infeksi tertinggi.

Faktor Risiko Cacar Air

Cacar air, yang disebabkan oleh virus varicella zoster sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat. Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan ruam atau partikel yang tersebar ke udara melalui batuk atau bersin.

Risiko terserang cacar air akan lebih tinggi jika Anda:

  • Belum pernah menderita cacar air
  • Belum pernah divaksinasi cacar air
  • Bekerja di atau menghadiri fasilitas sekolah atau penitipan anak
  • Tinggal bersama anak-anak

Jika seseorang sudah divaksinasi dan masih terkena cacar air, maka gejalanya umumnya akan lebih ringan, dengan lepuh lebih sedikit dan demam ringan atau tanpa demam sama sekali. Beberapa kasus bisa terserang cacar air lebih dari sekali, tetapi ini jarang terjadi.

Gejala Cacar Air

Tanda Dan Gejala Sebelum Ruam Muncul

  • Malaise (perasaan tidak enak badan)
  • Demam, yang biasanya lebih parah terjadi pada usia dewasa daripada anak-anak
  • Sakit pada otot
  • Kehilangan nafsu makan
  • Dalam beberapa kasus, mengalami mual

Tanda Dan Gejala Setelah Ruam Muncul

  • Ruam: Tingkat keparahan bervariasi dari beberapa titik hingga ruam yang menutupi hampir seluruh tubuh.
  • Bintik: Bintik-bintik berkembang secara berkelompok dan umumnya muncul pada wajah, anggota badan, dada, dan perut. Cenderung lebih kecil, merah, dan gatal.
  • Lepuh: Lepuh dapat berkembang di bagian atas bintik. Ini bisa menjadi sangat gatal.
  • Clouding: Dalam waktu sekitar 48 jam, lepuh mulai mengering, kerak berkembang.
  • Penyembuhan: Dalam waktu sekitar 10 hari, kerak berjatuh sendiri.

Gejala Lainnya

Beberapa kasus memiliki gejala yang lebih parah. Jika terjadi hal berikut ini, segera hubungi Dokter:

  • Sekitar bintik-bintik atau lepuh menjadi menyakitkan dan merah
  • Kesulitan bernafas

Penyebaran Cacar Air

Penularan cacar air sebagian besar ditularkan dengan cara:

  • Kontak langsung dengan lepuh seseorang yang terinfeksi virus varicella zoster.
  • Menghirup partikel virus dari lepuh seseorang.
  • Menghirup partikel kecil yang keluar dari mulut seseorang yang terinfeksi ketika berbicara atau batuk.

Mendiagnosis Cacar Air

Dokter atau perawat akan mengetahui apakah seseorang menderita cacar air hanya dengan melihat dan mengajukan beberapa pertanyaan. Tidak ada tes medis yang diperlukan untuk membantu dalam menegakkan diagnosis. Pada kasus yang jarang, mendiagnosis cacar air mungkin bisa dibingungkan dengan kasus kulit lainnya seperti kudis atau beberapa jenis gigitan serangga.

Pengobatan Cacar Air

Cacar air umumnya sembuh dalam satu atau dua minggu tanpa pengobatan. Tidak ada obat, tetapi vaksinasi dapat mencegahnya.

Dokter dapat meresepkan obat atau memberi tips tentang cara untuk mengurangi gejala gatal dan ketidaknyamanan, dan juga tentang cara mencegah infeksi agar tidak menular ke orang lain.

  • Nyeri atau demam: Tylenol (acetaminophen) dapat membantu mengatasi gejala suhu tinggi dan rasa sakit. Penting untuk mengikuti instruksi yang diberikan oleh pabrikan. Produk yang mengandung aspirin tidak boleh digunakan untuk kasus cacar air karena ini dapat menyebabkan komplikasi. Acetaminophen (Tylenol) dapat digunakan kapan saja selama kehamilan.
  • Menghindari dehidrasi: Penting untuk minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Dokter bisa merekomendasikan Pedialyte untuk anak-anak yang kurang banyak minum air.
  • Gatal: Gatal dapat menjadi lebih parah, tetapi jangan banyak menggaruk untuk mengurangi risiko jaringan parut.

Pencegahan Cacar Air

Vaksinasi tersedia untuk varisela. Untuk anak-anak diberikan sebanyak 2 kali vaksin varicella, sekali pada usia antara 12 hingga 15 bulan dan satu kali pada usia antara 4 hingga 6 tahun. Tingkat efektifitas
Vaksinasi mencapai 90 persen dalam pencegahan cacar air.

Komplikasi Cacar Air

Cacar air biasanya merupakan penyakit ringan. Tapi bisa menjadi serius dan dapat menyebabkan komplikasi atau kematian, terutama pada orang yang berisiko tinggi. Komplikasi meliputi:

  • Infeksi bakteri pada kulit, jaringan lunak, tulang, sendi atau aliran darah (sepsis)
  • Dehidrasi
  • Pneumonia
  • Peradangan otak (ensefalitis)
  • Sindrom syok toksik
  • Sindrom Reye untuk orang yang mengonsumsi aspirin selama cacar air

Jika lepuh terinfeksi bakteri, risiko komplikasi lebih tinggi. Wanita hamil, bayi baru lahir, dan bayi berumur hingga 4 minggu, serta mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah lebih cenderung mengalami komplikasi.

Pengobatan Secara Mandiri

Untuk membantu meringankan gejala dari kasus cacar air tanpa komplikasi, ikuti langkah-langkah perawatan secara mandiri di rumah berikut ini:

Jangan Menggaruk

Menggaruk dapat menyebabkan jaringan parut, penyembuhan akan lambat dan meningkatkan risiko luka akan terinfeksi. Jika anak Anda tidak bisa berhenti menggaruk:

  • Pasangkan sarung tangan di tangannya, terutama di malam hari
  • Potong kukunya

Meringankan Gatal Dan Gejala Lainnya

Ruam cacar air bisa sangat gatal, dan vesikel yang pecah terkadang bisa menyengat. Ketidaknyamanan ini yang bersamaan dengan demam, sakit kepala dan kelelahan, dapat membuat siapa pun akan sengsara. Untuk solusinya, maka cobalah:

  • Mandi air dingin dengan tambahan soda kue, oatmeal mentah atau oatmeal koloid, yaitu oatmeal yang ditumbuk halus.
  • Oleskan lotion calamine.
  • Antihistamin seperti diphenhydramine (Benadryl, lainnya) untuk meringankan gatal-gatal.
  • Acetaminophen (Tylenol, lainnya) untuk demam ringan.
  • Jangan memberikan aspirin kepada siapa pun yang menderita cacar air karena itu dapat menyebabkan kondisi serius yang disebut sindrom Reye. Dan jangan mengobati demam tinggi tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda.

Sangat penting untuk konsultasi dengan dokter sebelum memberikan segala jenis obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, yang lain).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*