Rabun Dekat Atau Hipermetropia (Hiperopia)

Pengertian Rabun Dekat

Rabun dekat atau juga bisa disebut dengan hipermetropia (hiperopia) adalah terjadinya masalah pada mata sehingga mengakibatkan sipenderita tidak mampu melihat objek yang dekat dengan jelas (buram), tetapi lebih jelas terlihat pada objek yang jauh.

Rabun dekat merupakan masalah penglihatan yang umum, mempengaruhi sekitar seperempat dari populasi di dunia. Penderita hyperopia dapat melihat benda-benda jauh dengan sangat baik, tetapi mengalami kesulitan fokus pada benda-benda yang dekat.

Gejala Dan Tanda-Tanda Rabun Dekat

Orang dengan rabun dekat terkadang menderita nyeri kepala atau ketegangan mata dan sering memicingkan mata atau merasa lelah ketika melakukan pekerjaan dalam jarak dekat. Berikut beberapa gejala umum yang akan muncul jika menderita rabun dekat:

  • Benda jauh tampak jelas, namun objek yang dekat terlihat kabur atau buram.
  • Mata serasa lelah setelah melihat objek yang dekat, misalnya saat membaca atau menulis dalam waktu yang lama.
  • Harus memicingkan mata untuk melihat dengan jelas.
  • Kesulitan dalam membaca.
  • Sensasi panas pada mata dan gatal.
  • Nyeri kepala.

Penyebab Rabun Dekat

Rabun dekat terjadi ketika cahaya tidak dibiaskan dengan benar. Pada mata yang menderita hipermetropia atau rabun dekat, cahaya yang masuk tidak dipantulkan secara normal, yaitu cahaya dipantulkan di belakang retina, mengakibatkan pandangan jarak menjadi kabur atau buram. Pada kondisi normal cahaya yang masuk seharusnya dipantulkan tepat di retina.

Hal ini terjadi karena kornea bentuknya kurang melengkung, atau terlalu datar, bola mata yang sangat pendek, serta lensa kurang tebal.

Mendiagnosis Rabun Dekat

Dokter spesialis mata dapat melakukan pemeriksaan mata standar untuk mendiagnosis rabun dekat.

Tes mata lengkap harus memeriksa beberapa hal berikut:

  • Kemampuan untuk fokus pada objek dekat
  • Kesehatan mata secara umum, untuk menentukan apakah ada gangguan mata atau kelainan fisik
  • Tes ketajaman visual atau penglihatan
  • Motilitas okular, atau gerakan mata
  • Bagian depan mata
  • Retina dan saraf optik

Spesialis mata juga akan mencari tanda-tanda gangguan mata dengan menyinari mata pasien dan mengamati reaksinya. Dokter akan mencari kelainan mata lainnya seperti glaukoma atau retinopati diabetik.

Pengobatan Rabun Dekat

Pengobatan rabun dekat bertujuan untuk membantu memfokuskan cahaya dengan benar pada retina. Lensa korektif seperti kacamata atau pembedahan refraktif merupakan upaya terbaik.

Lensa Korektif

Ada dua jenis utama lensa korektif yaitu:

  • Kacamata: Termasuk bifokal, trifokal, dan kacamata baca standar.
  • Lensa kontak: Berbagai jenis lensa kontak tersedia di pasaran, dengan tingkat kelembutan yang berbeda dan durasi pemakaian yang diinginkan.

Tindakan Operasi Refraktif

Pembedahan refraktif biasanya dilaksanakan untuk kasus rabun jauh, atau miopia, tetapi juga dapat dilakukan untuk kasus rabun dekat atau hiperopia.

Contohnya termasuk: Laser assisted in situ keratomileusis (LASIK), Laser epitel keratomileusis (LASEK), Photorefractive keratectomy (PRK), serta Keratoplasti konduktif (CK).

Operasi laser mungkin tidak cocok bagi mereka dengan kondisi berikut:

  • Menderita diabetes
  • Sedang hamil atau menyusui
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah
  • Punya penyakit mata lainnya, seperti glaukoma atau katarak

Komplikasi Rabun Dekat

Komplikasi pada penderita yang masih berusia muda jarang terjadi. Kondisi ini akan semakin memburuk dengan bertambahnya usia, tetapi, Kacamata yang lebih kuat biasanya memungkinkan sipenderita untuk melihat secara normal.

Komplikasi hanya cenderung terjadi ketika rabun dekat tidak diobati pada anak-anak, yaitu:

  • Strabismus, atau mata juling: Mata tidak selaras dengan benar atau kedua mata fokus pada objek yang berbeda
  • Amblyopia: Satu mata menjadi dominan, biasanya karena strabismus.

Cara Mencegah Rabun Dekat

Rabun dekat tidak bisa dicegah, namun beberapa hal berikut bisa Anda lakukan untuk membantu melindungi mata Anda.

  • Memeriksakan mata secara teratur
  • Mengonsumsi makanan dengan nutrisi penting
  • Pencahayaan yang baik di ruangan
  • Jangan atau berhenti merokok.
  • Melindungi mata Anda dari sinar matahari secara langsung.
  • Memakai kacamata yang tepat.
  • Mengontrol gula darah dan tekanan darah tinggi untuk mencegah Penyakit diabetes dan Hipertensi
  • Mendeteksi secara dini gejala-gejala penyakit pada mata.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*