Standar Kebutuhan Tidur Pada Bayi Dan Anak-Anak

Bayi dan balita membutuhkan lebih banyak tidur ketimbang usia dewasa demi mendukung perkembangan mental dan fisik mereka yang berjalan lebih cepat.

Rata-rata, bayi membutuhkan tidur berkisar antara 15 hingga 16 jam selama 24 jam, tetapi standar ini dapat bervariasi dari satu anak ke anak lainnya.

Pada umumnya orang tua tahu bahwa bayi yang sedang tumbuh membutuhkan kualitas tidur yang lebih baik, tetapi mereka banyak yang tidak mengetahui berapa jam tidur yang dibutuhkan oleh bayi atau anak-anak, dan apa dampak dari kurangnya waktu tidur mereka.

Standar Kebutuhan Tidur Pada Bayi

Berikut stardar kebutuhan tidur bayi dan Anak-anak dalam 24 Jam dari umur 2 Minggu hingga 9 tahun:

  • Umur di bawah 2 Minggu lama tidur yang direkomendasikan adalah selama 16 Jam.
  • Umur 2 Minggu s/d. 6 Bulan lama tidur yang direkomendasikan adalah selama 14 Jam.
  • Umur 6 Bulan s/d. 2 Tahun lama tidur yang direkomendasikan adalah selama 13 Jam.
  • Umur 2 Tahun lama tidur yang direkomendasikan adalah selama 12 Jam.
  • Umur 3 Tahun s/d. 5 Tahun lama tidur yang direkomendasikan adalah selama 11 Jam.
  • Umur 5 Tahun s/d. 9 Tahun lama tidur yang direkomendasikan adalah selama 10-11 Jam.
  • Umur 9 Tahun s/d 12 Tahun lama tidur yang direkomendasikan adalah selama 10 Jam.

Dampak Buruk Akibat Kurang Tidur Pada Bayi

Anak-anak dari segala usia membutuhkan tidur dan istirahat yang cukup dan berkualitas. Kurangnya waktu tidur pada bayi atau tidur yang tidak berkualitas dapat berdampak buruk bagi si buah hati. Ia bisa menjadi sulit untuk berkonsentrasi, gampang teralihkan. Secara fisik juga bisa menjadi hiperaktif atau malas. Masalah lainnya juga dapat dialami termasuk:

• Penurunan kadar sel darah putih dalam tubuh sehingga melemahkan sistem imunitas tubuh dan gampang terserang penyakit.

• Terganggunya Perkembangan otak.

• Kelelahan, dan terus menguap.

• Suka rewel, pemarah.

• Nafsu makan menjadi berlebihan dan tidak terkontrol, atau tidak ada nafsu makan sama sekali.

• Sering gelisah.

• Respons melambat.

• Berisiko menderita obesitas atau kegemukan, diabetes, hingga penyakit jantung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*