Tension Headache (Sakit Kepala Karena Ketegangan)

Pengertian Tension Headache

Tension headache atau sakit kepala karena ketegangan merupakan kategori sakit kepala yang umum. Tension headache dapat menyebabkan nyeri ringan, sedang, atau intens di kepala, leher, dan di belakang mata. Beberapa pihak mengatakan bahwa sakit kepala karena ketegangan atau tension headache ini nyerinya terasa seperti ada suatu ikatan yang sangat ketat di kepala mereka.

Kebanyakan kasus yang mengalami sakit kepala karena ketegangan ini mengalami sakit kepala episodik. Kasus penyakit ini terjadi rata-rata satu atau dua kali per bulan. Namun, sakit kepala karena ketegangan ini juga bisa menjadi kronis.

Wanita umumnya lebih mungkin menderita sakit kepala jenis ini daripada Pria hingga dua kali lipat.

Penyebab Tension Headache

Sakit kepala karena ketegangan disebabkan oleh kontraksi otot di daerah kepala dan leher. Berbagai makanan, aktivitas, dan pemicu stres dapat menyebabkan jenis kontraksi ini.

Beberapa kasus yang menderita sakit kepala ketegangan terjadi setelah menatap layar komputer dan setelah mengemudi untuk waktu yang lama. Selain itu, suhu dingin juga dapat memicu sakit kepala karena ketegangan.

Pemicu sakit kepala karena ketegangan lainnya termasuk:

  • Peminum alkohol
  • Ketegangan mata
  • Mata kering
  • Kelelahan
  • Merokok
  • Pilek atau flu
  • Infeksi sinus
  • Kafein
  • Postur yang buruk
  • Stres emosional

Gejala Tension Headache

Gejala Tension headache atau sakit kepala karena ketegangan meliputi:

  • Nyeri terasa seperti ada suatu ikatan ketat di dahi
  • Tekanan di sekitar dahi

Rasa sakit biasanya ringan atau sedang, tetapi juga bisa sangat intens. Dalam hal ini, penderita mungkin bingung membedakan antara gejala sakit kepala yang disebabkan karena ketegangan atau karena migraine. Meskipun gejalanya sama-sama nyeri, tapi gejala sakit kepala karena ketegangan ini terasa seperti ada ikatan pita ketat di kepala Anda. Sedangkan sakit kepala karena migrain biasanya terjadi di satu sisi atau tidak di seluruh kepala.

Sakit kepala karena ketegangan tidak memiliki semua gejala dari migrain, misalnya seperti mual dan muntah. Dalam kasus yang jarang terjadi, sakit kepala karena ketegangan dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya dan suara keras, mirip dengan kasus migrain.

Penting untuk tidak mengabaikan gejala yang parah. Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami sakit kepala yang muncul secara tiba-tiba atau sakit kepala yang disertai dengan:

  • Bicara cadel
  • Kehilangan keseimbangan
  • Demam tinggi

Kondisi tersebut dapat mengindikasikan masalah yang jauh lebih serius, seperti stroke, tumor, atau aneurisma.

Dalam kasus yang parah, dokter biasanya melakukan tes untuk menyingkirkan masalah lain, seperti tumor otak. Tes yang digunakan untuk memeriksa kondisi lain mungkin termasuk CT scan, yang menggunakan sinar-X untuk mengambil gambar organ internal. Dokter mungkin juga menggunakan MRI, yang memungkinkannya untuk memeriksa jaringan lunak.

Pengobatan Tension Headache

Penderita bisa minum jenis obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau aspirin, untuk menghilangkan sakit kepala karena tegang. Namun, hanya boleh digunakan sesekali. Terlalu banyak mengonsumsi obat bebas dapat menyebabkan sakit kepala berlebihan atau rebound.

Obat OTC kadang-kadang tidak cukup untuk mengobati sakit kepala karena ketegangan yang berulang. Dalam kasus seperti itu, Dokter mungkin memberikan resep untuk pengobatan, seperti:

  • Indometasin
  • Ketorolak
  • Naproxen
  • Acetaminophen resep-kekuatan

Jika obat penghilang rasa sakit tidak bekerja, Dokter mungkin akan meresepkan obat yang membantu menghentikan kontraksi otot. Dokter juga meresepkan antidepresan, seperti serotonin reuptake inhibitor (SSRI) selektif. SSRI dapat menstabilkan kadar serotonin otak dan dapat membantu mengatasi stres.

Dokter juga dapat merekomendasikan perawatan lain, seperti:

  • Terapi mengelola stres. Ini bisa mengajarkan cara untuk mengatasi stres dan cara meredakan ketegangan.
  • Terapi perilaku kognitif (CBT). CBT adalah terapi bicara yang membantu mengenali situasi yang menyebabkan stres, cemas, dan tegang.
  • Akupunktur. Ini adalah terapi alternatif yang dapat mengurangi stres dan ketegangan dengan menerapkan jarum halus ke area spesifik tubuh.

Suplemen

Beberapa suplemen juga dapat membantu meredakan sakit kepala karena ketegangan. Namun, sebaiknya harus selalu mendiskusikannya dengan dokter terlebih dahulu. Suplemen berikut dapat membantu mencegah sakit kepala karena ketegangan:

  • Butterbur
  • Koenzim Q10
  • Feverfew
  • Magnesium
  • Riboflavin (vitamin B-2)

Beberapa tips berikut ini juga dapat membantu meredakan sakit kepala karena ketegangan:

  • Kompres es di kepala Anda selama 5 hingga 10 menit beberapa kali sehari.
  • Mandi air hangat untuk merilekskan otot-otot yang tegang.
  • Perbaiki postur tubuh.
  • Sering-seringlah istirahat ketika bekerja menggunakan komputer untuk mencegah ketegangan mata.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*