Tirotoksikosis :: Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya

Pengertian Tirotoksikosis

Tirotoksikosis adalah efek klinis yang dialami karena kelebihan hormon tiroid dalam aliran darah. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid fungsinya adalah mengontrol seberapa cepat atau lambat tubuh kita bekerja (laju metabolisme). Jika terlalu banyak hormon tiroid (tiroksin dan triiodotironin) diproduksi, maka akan mempercepat metabolisme, sehingga menghasilkan tanda-tanda dan gejala dari tirotoksikosis.

Istilah tirotoksikosis kadang-kadang disamakan dengan hipertiroidisme meskipun definisinya sebenarnya sedikit berbeda.

Seberapa Umumkah Tirotoksikosis?

Penyakit tiroid cenderung lebih banyak terjadi pada kaum hawa daripada pria (hingga 10 kali lipat). Tirotoksikosis dapat terjadi pada usia berapapun. Dari 100 orang wanita ada peluang 1 orang yang mengembangkannya semasa hidupnya dan risiko 1 banding 1.000 untuk pria.

Penyebab Tirotoksikosis

Penyebab utama tirotoksikosis adalah hipertiroidisme, yang merupakan aktivitas kelenjar tiroid yang berlebihan sehingga menghasilkan kadar hormon-hormon tiroid berlebih.

Penyebab lain dari tirotoksikosis termasuk:

  • Pemberian atau asupan hormon tiroid yang berlebihan pada pasien yang dirawat karena kasus hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif), peradangan kelenjar tiroid (tiroiditis), yang menyebabkan pelepasan atau kehilangan hormon tiroid dalam jumlah besar ke dalam aliran darah.
  • Kondisi lain yang dapat menyebabkan produksi hormon tiroid berlebihan termasuk toksik multinodular gondok dan adenoma tiroid toksik (istilah toksik mengacu pada produksi hormon tiroid yang berlebihan).
  • Obat-obatan tertentu, misalnya, amiodarone dan lithium, juga dapat menyebabkan produksi hormon tiroid yang berlebihan.

Tanda Dan Gejala Tirotoksikosis

Gejala tirotoksikosis adalah akibat dari tingginya kadar hormon tiroid dalam darah, sehingga meningkatkan laju metabolisme. Gejala termasuk:

  • Diare,
  • Penurunan berat badan
  • Gemetar atau tremor (terutama di tangan)
  • Berkeringat
  • Peningkatan denyut jantung yang dapat dirasakan oleh pasien (jantung berdebar)
  • Terlalu aktif
  • Agitasi
  • Kecemasan
  • Perubahan emosi dan perasaan panas meskipun ruangan mungkin terasa dingin bagi orang lain
  • Mengalami peningkatan denyut jantung,
  • Penipisan rambut,
  • Pembengkakan atau nodul di kelenjar tiroid (gondok) atau tanda-tanda hipertiroidisme lainnya.
  • Pada wanita, tirotoksikosis juga dapat mempengaruhi menstruasi dan menyebabkan menstruasi yang tidak teratur dan, jika parah akan mengurangi kesuburan.
  • Gejala langka lainnya termasuk rambut rontok (alopecia) dan gatal-gatal.

Mendiagnosis Tirotoksikosis

Diagnosis didasarkan pada kombinasi gejala, seperti dijelaskan di atas, bersamaan dengan kelainan dalam tes darah yang digunakan untuk memeriksa kadar hormon tiroid. Untuk mendiagnosis tirotoksikosis, tes harus menunjukkan peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah (peningkatan tiroksin atau triiodothyronine) dan hormon perangsang tiroid yang rendah dan tidak terdeteksi (hormon yang dilepaskan oleh kelenjar hipofisis yang merangsang kelenjar tiroid untuk melepaskan hormonnya).

Hormon perangsang tiroid menjadi tertekan, karena tiroksin dan triiodothyronine yang berlebihan telah beredar di dalam tubuh. Hal ini dirasakan oleh kelenjar pituitari, yang menghambatnya untuk memproduksi lebih banyak hormon perangsang tiroid.

Jika pasien diduga menderita hipertiroidisme autoimun (penyakit Graves), tes darah tambahan untuk memeriksa autoantibodi tiroid sangat membantu.

Pengobatan Tirotoksikosis

Pengobatan yang tepat tergantung pada penyebab kondisi tersebut. Ada tiga metode utama pengobatan tirotoksikosis:

  • Obat – obat yang disebut beta blocker (mis. Propranolol), dapat digunakan untuk mengurangi gejala tirotoksikosis seperti jantung bergetar, gelisah atau berkeringat. Namun, untuk mengobati kadar hormon yang meningkat, digunakan obat yang berbeda yang disebut carbimazole atau yang disebut propylthiouracil. Obat ini bekerja pada enzim di kelenjar tiroid untuk mencegah produksi hormon tiroid.
  • Radioaktif yodium, melibatkan pasien yang menggunakan kapsul yodium radioaktif. Ini dilakukan untuk pasien rawat jalan. Yodium diambil oleh kelenjar tiroid sehingga radioiodine terkonsentrasi di kelenjar dan menyebabkan kerusakan bertahap dari kelenjar yang terlalu aktif.
  • Pembedahan, melibatkan pengangkatan seluruh atau sebagian kelenjar tiroid. Pembedahan biasanya hanya dilakukan setelah kadar hormon tiroid telah dikontrol menggunakan obat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*